We are hiring!

by admin on Aug 08, 2011 | 0 Comment

We are glad to announce that we are looking for more people to add to the team. We are looking for young and enthusiastic people who love to create and tinker with web based application. Specifically, we are looking for candidates with qualifications:

  1. Bachelor degree, fresh graduates are very welcome
  2. Have a good understanding of web programming, be it PHP, JSP, or Ruby on Rails
  3. Have a good understanding of object oriented programming, understanding of MVC framework will be great advantage
  4. Team player and fast learner
  5. Willing to be located in Bandung

Send your CV to info@starqle.com.

Back to top

Bandung Ventures Night 2011

by admin on Mar 30, 2011 | 0 Comment
bvn

As a member of IF Association, we at Starqle are glad to announce that IF Association will be supporting East Ventures to hold Bandung Ventures Night 2011. Bandung Ventures Night is an event for local start ups that run their business in consumer web or mobile applications to pitch their business idea in front of potential investors.

East Ventures is a venture capital company based in Singapore. East Ventures has now conducted a series of ventures night like Jakarta Ventures Night 2010, Bandung Ventures Night 2010, and Jakarta Ventures Night 2011. East Ventures has given investment to a number of successful local start ups in Indonesia.

IF Association is a community of IT start ups whose founders are graduates from Informatics Engineering of Institut Teknologi Bandung. The community focuses on helping each others to grow as companies by sharing knowledges and experiences of a company to others.

This edition of Bandung Ventures Night is particularly a special opportunity for ITB community. Bandung Ventures Night 2011 is aimed for students and alumni of ITB who run a start up or have business ideas in consumer web and mobile application field.

If you happen to be an ITB student or almuni and interested to pitch your idea, you can send your business plan and curriculum vitae of the founders of your business to bvn@east.vc before Monday, April 4, 2011 at 5pm. Up to 10 selected start ups will be given a chance to pitch their ideas in Friday, April 8, 2011. If East Ventures like the idea you pitch, it is a good chance they will give seed investment for your start up.

So, don’t miss out this great opportunity to get potential investment and let your start up be covered by the media!

 

Back to top

Ruang Main at Tempo Magazine

by admin on Aug 30, 2010 | 7 Comments
Ruang Main

A month after nominated in Indonesia ICT Award 2010, our product named Ruang Main is now featured as an article in Tempo magazine both in printed and online edition. Below is the fully copied article from the online edition written in Bahasa Indonesia.

UPDATE (05/04/2011): due to some questions directed to as via our feedback form, we would like you to know that Ruang Main is not yet available for public use. It is still on private beta testing state. We do hope we can bring this to public as soon as possible. Stay tune. :)


DENGAN lebih dari 500 juta pengguna, Facebook merupakan sebuah dunia. Seperti situs jaringan sosial lainnya, di dalam Facebook ada pertemanan, bisnis, politik, tapi juga ada peluang kejahatan yang diam-diam mengintip.

Noni, 14 tahun, bukan nama sebenarnya, dirayu dan akhirnya dinodai teman yang dikenalnya lewat Facebook. Gadis belia asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu semula hanya mengenal Ari, 18 tahun, warga Tangerang, Banten, lewat Facebook dan pesan pendek. Mereka tak pernah bertemu langsung. Ketika akhirnya bertemu di Jakarta, awal tahun lalu, Noni begitu saja percaya kepada teman mayanya itu dan meninggalkan orang tuanya. Lima hari kemudian, Noni baru ditemukan polisi.

Kasus serupa terjadi pada Abigail, 15 tahun, juga bukan nama sebenarnya. Siswi sekolah menengah atas di Surabaya ini pergi ke Jakarta bersama Joni, yang hanya dikenalnya lewat Facebook. “Dia pamit hendak menonton pertandingan basket,” kata orang tua Abigail, beberapa bulan lalu. Di Jakarta, Abigail begitu saja ditinggal pergi Joni.

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan kasus kejahatan terhadap anak lewat Internet terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan yang masuk ke Komisi Nasional, pada 2009, ada 26 kasus kejahatan terhadap anak-anak. “Untuk 2010, sampai sekarang sudah ada 21 kasus,” kata Arist pekan lalu. Mereka tersebar di berbagai kota di Indonesia. Sebagian besar dari anak-anak itu menjadi korban kekerasan seksual.

Modus merayu gadis belia dan anak-anak lewat situs jaringan sosial atau chatting tak cuma monopoli Indonesia, tapi juga terjadi di pelbagai negara. Dengan memalsukan identitas, Christopher M. Spiehler, 29 tahun, merayu anak perempuan berumur 11 tahun lewat jaringan VampireFreaks.com, situs bagi para penggemar cerita vampir. Warga Hancock County, Mississippi, Amerika Serikat, itu kemudian membawa kabur dan memerkosa anak tersebut.

Jika tidak hati-hati berseluncur di Internet, anak-anak bisa menjadi sasaran empuk para pemangsa ini. Menurut laporan Internet Watch Foundation di Inggris, ada 8.844 alamat Internet di seluruh dunia yang menjadi ajang pertukaran materi pornografi anak-anak. Hampir separuhnya beralamat server di Amerika Serikat. Sebagian besar materi jorok itu melibatkan anak-anak berumur 6 hingga 12 tahun.

Di Internet, setiap orang dengan gampang memalsukan diri dan menjadi siapa pun yang dia kehendaki. Untuk menghindari para pemangsa ini, menurut Arist Merdeka, yang paling penting adalah memberdayakan orang tua dan mendidik anak bagaimana berinternet dengan sehat. “Menjauhkan anak dari teknologi bukan solusi,” katanya. Repotnya, orang tua tak selalu punya waktu untuk memelototi laman demi laman Internet yang dikunjungi si kecil.

Supaya si kecil ini tidak tersesat di belantara Internet, tujuh lulusan teknik informatika Institut Teknologi Bandung yang bergabung di PT Starqle Indonesia membuat Ruang Main. “Sudah ada investor dalam negeri yang siap membiayai pengembangannya,” kata Iqbal Farabi, Vice Chief Technology Starqle, pekan lalu. Menurut dia, Ruang Main ditujukan bagi anak berumur 6 hingga 12 tahun. Di dalam Ruang Main ini, si kecil bisa dengan aman dan nyaman mengarungi Internet. “Kami tetap menekankan unsur fun.”

Ruang Main merupakan gabungan beberapa aplikasi sekaligus konten. Di dalamnya ada peramban alias browser khusus anak-anak, jaringan sosial, aplikasi video, gambar, dan aplikasi kontrol orang tua. Peramban Ruang Main ini, kata Iqbal, dibuat dengan Adobe Flex dan WebKit. WebKit adalah open source engine yang juga digunakan untuk mengembangkan Safari, peramban dalam Apple MacOS X.

Selain tampilannya lebih sederhana dan bergaya anak-anak, ada penyaring di peramban Ruang Main. Berbeda dengan kebanyakan penyaring yang memblokir akses ke daftar hitam alamat-alamat situs jorok atau sumber surat sampah, penyaring Ruang Main memilih metode daftar putih alias white list.

Dengan cara ini, peramban Ruang Main akan mengarahkan si kecil mengunjungi situs yang ada di daftar putih. Akses ke situs yang tak ada di daftar putih akan ditolak. Untuk menyusun daftar putih ini, Starqle akan melibatkan para guru. “Nanti kami juga akan melibatkan komunitas orang tua,” ujar Iqbal.

Metode daftar putih ini juga dipakai peramban anak-anak seperti KidZui, KidRocket, dan Kido’z. KidRocket, misalnya, untuk memasukkan Barbie.com, Sesamestreet.com, Crayola.com, Disney.com, dan situs Nickelodeon ke daftar putihnya.

Di dalam Ruang Main, anak-anak bebas menjelajahi konten video, gambar, atau materi pendidikan. Si kecil boleh asyik masyuk dengan game yang ada di Ruang Main. Untuk memperkaya konten di Ruang Main, kata Iqbal, Starqle akan bekerja sama dengan para pengembang konten. “Tapi semua konten tetap harus lewat persetujuan komunitas orang tua,” Iqbal menekankan. Lewat jaringan sosial Ruang Main, si kecil juga bisa berinteraksi, mengunggah foto atau video, mengomentari, dan berbagi konten dengan teman-temannya.

Sebagai acuan untuk jaringan sosial Ruang Main, Iqbal mengatakan, mereka merujuk ke TogetherVille.com dan KidZui. TogetherVille adalah jaringan sosial Internet khusus bagi anak-anak berumur 6 hingga 10 tahun yang dibuat oleh Mandeph Singh Dhillon. Facebook, MySpace, atau Friendster tidak menjadi acuan, karena memang didesain untuk usia di atas 13 tahun.

Tidak seperti Facebook atau Friendster, di TogetherVille, yang baru diluncurkan Mei lalu, profil dan gambar setiap anak sepenuhnya tertutup. Orang lain tidak bisa mengintip foto atau data anak-anak di TogetherVille. Si kecil hanya bisa mengundang teman-teman yang benar-benar dikenalnya sehari-hari. Dan aktivitas si kecil di Internet ini semua bisa dikendalikan orang tua masing-masing.

Di Ruang Main ini, peran orang tua tetap menjadi kunci keamanan bagi anaknya. Sebab, belum ada cara yang benar-benar mujarab untuk melacak keaslian identitas yang dipakai di Internet. Orang tua bisa mengusulkan situs Internet masuk ke daftar putih. Mereka juga bisa memblokir akses anaknya ke salah satu situs ataupun konten, sekalipun alamat itu ada di daftar putih.

Orang tua akan selalu mendapat pemberitahuan setiap kali ada orang hendak berkenalan dengan anaknya. Orang tua juga bisa mengatur berapa lama anaknya boleh berselancar di Internet. “Bahkan mereka juga bisa menentukan kata-kata apa saja yang bisa dipakai anaknya dalam fasilitas pencarian,” kata Iqbal.

Sempat tertatih-tatih karena kurang dana, kini setelah mendapat investor baru, Starqle menggeber pengembangan Ruang Main. Mereka memasang target, versi beta Ruang Main akan kelar dalam dua bulan ini. Sehingga pada Januari tahun depan semua anak sudah bisa bermain-main di Ruang Main.

Original source of this article can be found here.

Back to top

Starqle at FGD Expo

by admin on Aug 09, 2009 | 0 Comment
Starqle & OpenLabs

Starting from July 30th to August 2nd, Starqle had a great opportunity to participate in FGD Expo 2009 held in Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.

FGD Expo is an exhibition held once in two years by Forum Grafika Digital. Started at 2003, FGD Expo 2009 was the fourth FGD Expo. In this edition, FGD Expo theme is focused around three fields: printing, packaging and publishing. In FGD Expo 2009, Starqle presented an application that was built for Common Room Network Foundation called Voice Print. Voice Print was presented in a sub event of FGD Expo 2009 titled Creative Media Week.a

Voice Print is an experimental application created by Common Room. Voice print takes audio input and converts it into patterned painting. In the FGD Expo 2009, Voice Print was implemented with the collaboration with us, Starqle. Built with library called “Processing”, Voice Print enables the users to make digital painting using their voice. The basic concept of the painting is a dot that travels the screen. While it travels around the screen it can be manipulated by the change of amplitude and frequency of the input voice. The dot is manipulated by changing its direction, color or radial. Finally the drawing painted on the screen can be saved for paper based printing output with resolution up to 3200 x 2400 pixels.

In the last day of expo we had a great honor to have live painting from Voice Print as visual backdrop for performance by Balawan in main stage at Cendrawasih Room. After the show, the complete paint of Balawan’s visualized voice was printed and given to Balawan himself.

Starqle & Balawan

We are greatly thankful to our friends at Common Room Network Foundation for giving us this great opportunity to participate in FGD Expo 2009. We are thankful to Mr. Gustaff H. Iskandar who gives so much credits and appreciation to our work that greatly motivate us. We also thank Mr. Widi, Mr. Hendi, and Mr. Ryan, people from Madlabs who are the original inventor of Voice Print. And for our friends from Open Labs who share great experience with us along the exhibition, particularly for Ms. Isha Hening who created an extraordinary bumper for Starqle official logo, we are thankful to have spent these two weeks with you guys.

Back to top